ANIME FOR SOFT DIPLOMACY
Dewasa ini kebutuhan setiap negara semakin berkembang
dan kompleks, kebutuhan akan suatu barang yang sangat dibutuhkan oleh negara menuntutnya
menjalin hubungan dengan negara lain. Menurut KBBI V diplomasi adalah
pengetahuan dan kecakapan dalam hal perhubungan antara negara dan negara. Diplomasi
tidak hanya dapat dilakukan secara formal tapi juga dapat dilakukan secara soft
diplomacy. Bahasan diplomasi erat kaitannya dengan intervensi, padahal secara
esensinya berbeda, intervensi merupakan tindakan untuk mencampuri urusan orang
lain tapi berkeinginan agar orang tersebut mengikuti jalan yang dia mau.
Diplomasi adalah jalan yang hebat dalam menjalin keterikatan dengan bangsa
lain.
Hubungan diplomacy antara jepang dengan indonesia
telah terjalin sejak lama, hal ini dapat dilihat dari banyaknya produk-produk
keluaran jepang di dalam negeri dan banyaknya para pelajar atau mahasiswa yang
mendapatkan beasiswa dan student exchange ke jepang. Dalam pembelajaran
akademik kita mempelajari bahasa jepang beserta budayanya pada tingkat sekolah
menengah atas, dan sebaliknya terdapat mata pelajaran mengenai bahasa indonesia
di jepang. Salah satu bentuk hubungan indonesia dengan jepang lainnya yaitu
tentang ekspor-impor kebutuhan negara. Jepang sebagai negara dengan ikonik ikan
tuna memerlukan banyak pasokan tuna guna menjalankan bisnis kuliner tersebut
dan indonesia memiliki presentase yang tinggi sebagai negara pengekspor tuna ke
jepang. Sebaliknya indonesia mengimpor barang barang berteknologi tinggi dari
jepang guna meningkatkan kualitas negara, sebagai contoh shinkansen ( kereta cepat).
Teknologi editing dan skill editing dalam dunia perfilman tengah berkembang sangat pesat, meski holywood sangat professionalism dalam menggunakan CGI. Jepang tidak mau kalah dengan menjadi kiblat dari cartoon 2 dimensi yang telah menunjukkan keunggulannya. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya negara-negara yang telah menikmati anime dari jepang, seperti naruto dan doraemon yang telah mendunia dan hampir tersebar keseluruh amerika. Oleh karena itu kualitas jepang sebagai pembuat anime sangat disegani. Dorongan tersebut membuat indonesia ingin meningkatkan diplomasi dalam dunia kartun (tontonan anak) dengan jepang agar indonesia memiliki tontonan bagi anak yang lebih berkualitas. hal ini didasarkan pada kerjasama dengan DOP jepang dalam pembuatan Bima satria garuda.
Banyak sekali anime yang berkembang dari berbagai
genre, entah itu romance, thrill, sci-fi,shounen dan lainnya. Setiap anime yang dibuat selalu membawa
kebudayaan jepang yang dikemas sedemikian rupa dalam penanyangannya, hal itupun
menjadi bentuk originalitas anime yang dibuat oleh creator jepang seperti Masashi kishimoto yang memasukkan ramen
(makanan khas jepang) dalam anime naruto.
Kemudian doraemon stand by me yang
berusaha menyampaikan perkembangan teknologi masa depan di jepang. Kebudayaan
yang mereka tayangkan dalam karyanya merupakan suatu bentuk usaha untuk
meningkatkan daya tarik negara jepang.
Kembali kepada prespective kita
untuk menerima apa yang kita dapat dalam melihat anime, apakah kita akan
menganggap anime sebagai intervensi atau diplomacy. Kebudayaan yang mereka
tayangkan dalam karyanya bukan ditujukan untuk mengikat masyarakat agar lupa
dengan kebudayaannya sendiri tetapi ditujukan untuk memperkenalkan budaya,
bahasa dan elemen-elemen tentang jepang ke dunia. Mengenai muculnya sifat
fanatik terhadap suatu hal itu tergantung kita menerima hal tersebut,
kefanatikan terjadi karena kesalahan proses penerimaan sosial yang tidak
diimbangi dengan sikap selektif terhadap kebudayaan yang diterima.

Komentar
Posting Komentar